Sibuk Gos!p Anak Orang Lain Pacaran, Eh Anaknya Justru M3lah1rkan Di Luar Nik4h.

Menu Atas

Recent Posts

IKLAN RENPONSIF

Sibuk Gos!p Anak Orang Lain Pacaran, Eh Anaknya Justru M3lah1rkan Di Luar Nik4h.


Ada pepatah yang bilang bahwasanya semut di sebrang lautan terlihat, sementara gajah di pelupuk mata tak terlihat. Hal ini sepertinya sering terjadi di sekitar kita. Sebuah ungkapan yang sekaligus bermakna sindiran manakala kita rajin untuk membicarakan aib maupun kesalahan orang lain, namun kesalahan sendiri tak pernah di sadari.

Dalam suatu waktu, di daerah tertentu seorang ibu yang juga merupakan salah seorang istri dari kepala desa. Suatu saat ditengah aktivitas berbelanja, ia merupakan orang yang suka sekali membicarakan orang lain. Terutama jika hal tersebut berkaitan dengan aib orang lain.
Saat itu ia tengah asik menggosipkan seorang anak tetangga. Biasalah apabila satu orang tengah bergosip maka yang lainnya ikut menimpali. Seperti yang terjadi pada ibu-ibu yang suka gosip satu ini. "Eh jeng tau ga, itu anak bu nganu masa sering pulang malam".
Lantas rekan yang lain pun menimpali, "saya dengar kerjaannya anak itu suka pacaran terus" dengan semangat ibu yang lain menjawab. Lantas mereka pun berbincang panjang lebar.
Pada saat orang tua yang di ghibah sedang lewat lantas ibu-ibu yang sedang membicarakan anaknya pun lantas diam sejenak dan menyapa. "Lagi belanja ya bu, wah lagi brong nih" sapa istri kepala desa terssebut.
"Nda bu, cuma beli sayur ini saja buat masak di rumah. Yuk mangga bu saya duluan ya" jawab ibu yang anaknya sedang di ghibah tersebut. Samar-samar ibu ini mendengar apa yang di bicarakan tentang anaknya, namun ia berusaha sabar dan menunggu konfirmasi anak gadisnya tersebut.

Saat di rumah, ia menunggu anak gadisnya itu pulang dan memang saat ia pulang kebetulan larut malam. Lantas di tanyalah sang anak, dan memang menurut anaknya ia sedang bekerja sembari mengerjakan skripsi untuk tugas akhirnya. Karena hal tersebut dilakukan untuk menghemat paket internet yang mana ia bisa menggunakan fasilitas kantornya di saat selesai ia bekerja.
Sejatinya memang anak ibu ini merupakan anak yang tidak neko-neko bahkan ia merupakan anak pekerja keras yang memahami kondisi perekonomian kedua orang tuanya. Ia berusaha agar mampu mengangkat perekonomian keluarganya, karena ayahnya hanya bekerja serabutan sebagai seorang tukang bangunan.
Sementara itu sang ibu istri kepala desa itu begitu sangat memanjakan anaknya. Anak wanita satu-satunya tersebut selalu dituruti apa yang di maunya. Bahkan saat anaknya ingin keluar pun di ijinkan begitu saja agar sang anak bahagia.
Begitu seterusnya hingga sampai larut malam. Sementara ia memanjakan anaknya aktivitas bergosip dengan membicarakan sang ibu yang anaknya bekerja dengan tuduhan pacaran pun terus menerus di lakukan. Hingga akhirnya nama jelek pada anak tersebut banyak beredar.
3 bulan kemudiaan sepulang dari berbelanja sang istri kepala desa itu pun bingung lantaran anaknya terlihat bersedih. Anak gadisnya yang ia manja tersebut murung sepanjang waktu. Saat di tanya ia tidak mengaku dengan apa yang terjadi saat itu.


Setelah dikorek lebih dalam dan sang ibu kaget dengan apa yang terjadi, lantaran anaknya ternyata hamil di luar nikah. Begitu malunya hingga sang ibu beberapa hari malu untuk keluar rumah. Ia berusaha menyembunyikan apa yang terjadi. Namun pada akhirnya tetangga pun perlahan mulai mengetahui apa yang terjadi karena kondisi anaknya semakin terlihat.
Kisah diatas layaknya dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Walaupun kisah di atas fiktif namun sebenarnya hal ini banyak terjadi kemiripan di sekitar kita. Dan yang dapat menjadi pelajaran kita adalah, janganlah anda membicarakan kejelekan orang lain, karena suatu saat kejelekan tersebut akan menimpa kita. Dan jika sudah terjadi maka penderitaannya akan lebih berat dibandingkan dengan tuduhan yang kita lakukan.
There is a saying that ants across the ocean are visible, while elephants in the eyelids are invisible. This seems to happen often around us. An expression that also means satire when we are diligent to talk about the shame and mistakes of others, but the mistakes themselves are never realized. This photo is just an illustration PROMOTED CONTENTMgid With this easy way, get Rp900 million in a month Olymp Trade This girl earns Rp. 30 million a day with this simple method Olymp Trade Generate Rp10,400,000 every 60 seconds from your computer Olymp Trade These 2 Vegetables Will Kill Your Belly Fat Overnight! Bodysecretrevelation At one time, in a certain area a mother who was also one of the wives of the village headman. One time in the middle of shopping activities, he is a person who likes to talk about other people. Especially if it is related to the disgrace of others. At that time he was cool gossiping about a neighbor's child. It is a problem if one person is gossiping then the others will join in. As happened to mothers who like to gossip on this one. "Uh, don't you know, it's your son who often comes home late at night". Then another colleague chimed in, "I heard that the work of that child likes to keep going out" with the spirit of the other mother answering. Then they talked at length. When the parents who are ghibah are passing by, then the mothers who are talking about their children, then silence for a moment and say hello. "I'm shopping, mom, wow more," said the village head's wife. "Nda ma'am, just buy this vegetable just for cooking at home. Come on mango ma'am, I'll go first," answered the mother whose child was in the ghibah. The mother vaguely heard what was said about her child, but she tried to be patient and waited for her daughter's confirmation. When at home, he waited for his daughter to come home and indeed when he came home happened to be late at night. Then he asked the child, and indeed according to his son he was working while working on a thesis for his final assignment. Because this is done to save on internet packages where he can use his office facilities when he finishes working. Indeed this mother's child is a child who is not adventurous even he is a hard-working child who understands the economic conditions of his parents. He tried to be able to lift the family economy, because his father only worked odd jobs as a builder. Meanwhile the mother of the village head's wife was very pampering her child. The only daughter is always obeyed what she wants. Even when the child wants to leave it is permitted just so the child is happy. And so on until late at night. While he spoiled his child gossiping activities by talking about the mother whose child worked with the accusation of dating was continuously carried out. Until finally the bad name on the child many circulated. 3 months later after returning from shopping the wife of the village headman was confused because her child looked sad. His spoiled daughter is depressed all the time. When asked he did not confess with what happened at that time. After being scraped deeper and the mother was shocked by what happened, because her child turned out to be pregnant out of wedlock. So embarrassed that her mother was embarrassed to leave the house for a few days. He tried to hide what was happening. But in the end the neighbors slowly began to know what was happening because the condition of their children was increasingly visible. The story above can be like a lesson for us all. Even though the story above is fictitious, actually there are many similarities around us. And what can be our lesson is, do not talk about the ugliness of others, because one day the ugliness will befall us. And if it has happened then the suffering will be more severe than the accusations we have made.